Senandung Kebahagiaan …
Friday, September 15th, 2006Laki - laki adalah kekasihku, dan aku adalah kekasihnya.
Aku menggairahkannya, dan dia terbakar olehku.
Tapi, aku takut memiliki pasangan dalam cinta yang membuatku menyengsarakan dan menyakitinya : istri keduanya bernama masalah yang mengikuti kemanapun kami pergi, seorang penonton yang selalu memisahkan kami.
Aku mencari kekasihku di kedalaman di antara pohon-pohon dan di samping danau, tetapi aku tak menemukannya.
Masalah telah memperdayakan dan melarikannya, jauh ke kota, menuju kegaduhan, korupsi, dan kesengsaraan.
Aku mencarinya di ruang-ruang pengetahuan dan dalam kuil-kuil kebijaksanaan, tetapi aku tak menemukannya.
Masalah … dia yang selalu berpakaian debu, telah menuntunnya menuju pertahanan kepentingan diri sendiri tempat ketidak pedulian tinggal.
Aku mencarinya di bumi kesenangan, tapi tidak menemukannya. Karena musuhku telah merantainya dalam gua kerakusan dan nafsu birahi.
Ku panggil dia saat fajar, ketika timur sudah di isi dengan dengan kesenangan, tetapi dia tidak mendengarkanku karena matanya telah berat dengan kerakusan.
Ku belai dia pada malam saat kegelapan menjadi kesunyian dan bunga-bunga tidur, tetapi dia tidak membalasku dengan perhatian, karena dia pikir itu hanyalah perhatian seseorang di pagi hari.
Kekasihku mencintaiku dan mencariku dalam ciptaan-ciptaannya, tetapi dia hanya akan menemukanku dalam ciptaan-ciptaan alam. Dia mencari penyatuan bersamaku di istana kejayaan yang dia bangun diatas tengkorak kelemahan, atau dalam emas dan perak. Tetapi aku akan muncul padanya di rumah sederhana yang dibangun rasa diatas gundukan arus-arus perasaan.
Dia mencari untuk menciumku dihadapan penguasa dan pembunuh, tetapi aku hanya akan mengijinkannya merasakan mulutku dalam kesunyian di antara murninya bunga-bunga.
Dia akan membuat penipuan di antara kami tetapi aku tidak bermaksud untuk menyelamatkan perbuatan yang tidak untuk dirinya sendiri.
Kekasihku telah belajar menangis dan meratap dari musuhku yang bernama masalah, namun aku akan mengajarinya meneteskan air mata permohonan dari mata hatinya dan menyesali seperti dia mencari kepuasan.
Kekasihku adalah milikku dan aku adalah miliknya.